Bagi para bunda, menyusui adalah hal terindah dalam berinteraksi dengan sang buah hati tercinta. Walau tidak sedikit dari mereka yang tidak bisa menerapkan "Breast Feeding" kepada buah hati karena berbagai alasan. Proses penyapihan adalah hal yang pasti dihadapi oleh para bunda yang menyusui ASI langsung kepada bayinya. Namun, proses penyapihan bukan saja memberi ketidaknyamanan pada anak sehingga menjadi rewel karena kehilangan ASInya. Tetapi terkadang membawa dampak sementara bagi sang bunda. Keluhan yang biasa terjadi adalah rasa nyeri dan tegang pada payudara. Hal ini dikarnakan produksi ASI yang masih terus berlangsung, sementara pemberian kepada si anak dihentikan. Tak jarang, bunda merasa demam, nyeri dan ngilu di persendian. Hal ini berlangsung selama 3-5 hari.
Islam adalah agama yang sempurna dan mengatur semua segi kehidupan manusia. Sebagai muslimah tentunya ingin mengikuti apa yang tertera di Al Qur'an, sebagai kitab umat Islam. Begitu juga masalah menyusui dan menyapih sudah diatur oleh Allah SWT melalui ayat-ayatnya.
Islam adalah agama yang sempurna dan mengatur semua segi kehidupan manusia. Sebagai muslimah tentunya ingin mengikuti apa yang tertera di Al Qur'an, sebagai kitab umat Islam. Begitu juga masalah menyusui dan menyapih sudah diatur oleh Allah SWT melalui ayat-ayatnya.
" Para ibu hendaklah menyusui anaknya dua tahun penuh yaitu yang ingin menyempurnakan penyusuannya..Apabila keduanya ingin memberhentikan (sebelum dua tahun) dengan kerelaan danri keduanya dan musyawarah, maka tak ada dosa bagi keduanya" (Al Baqarah, 233)
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.” (QS Luqman : 14)
Rasulullah salallahu'alaihi wassalam bersabda :
"Sesungguhnya Allah subhanahu wataála melimpahkan rahmat kepada seorang ibu yang menyusui bayinya sama dengan membebaskan seorang budak setiap saat. Ketika masa menyusui berakhir, malaikat berkata : " Mualailah kehidupanmu
kembali. Sesungguhnya Allah subhanahu wataála telah mengampuni dosa-dosamu
yang telah lalu."
Sudah selazimnya seorang muslimah akan menikah, mengandung, melahirkan, menyusui dan akhirnya tiba harus menyapih (berhenti memberi air susu kepada anak). Akan tetapi, masih banyak perempuan yang tidak menyadari akan pentingnya pemberian ASI kepada bayinya atau memberikan ASInya tetapi tidak sampai waktu yang tepat untuk berhenti menyusui. Terkadang karena berbagai faktor, alasan ASI sedikit dan tidak keluar, tak punya waktu, harus bekerja, perubahan bentuk tubuh dan payudara selama menyusui, dan masih banyak lagi alasan yang lain. Insyaallah kalau kita berusaha,banyak cara mengatasi itu semua. Bersyukur dan berbahagialah perempuan yang bisa menyusui bayinya. Sampai kapan?? Memang tak ada batasan waktu kapan harus menyapih anak. Tetapi Allah SWT sudah menjelaskannya dalam Al-qur'an. Waktu terbaik penyapihan yaitu dua tahun bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.
Menyapih anak perlu kesiapan dari semua pihak yang berhubungan dengan si anak. Bunda ternyata juga harus siap dan mempunyai tekad yang kuat tak menyusui lagi. Biasanya sang bunda yang gagal menyapih karena bunda tidak tega dan 'merasa bersalah' ketika sang anak menangis sambil menarik dan memeluk bundanya sekuat-kuatnya. Sang ayah, pastinya berperan menggantikan sosok bunda ketika anak merasa tak nyaman dan merasa kehilangan kedekatannya dengan sang bunda. Sebenarnya anak tak akan merasakan itu semua, ketika kita mempunyai cara dan teknik yang tepat untuk menyapihnya.
1. Berdoa dan kuatkan tekad untuk menyapih.
2. Komunikasikan hal ini dengan sang anak jauh hari sebelumnya. Pastinya dengan bahasa anak. Tekankan bahwa sang bunda tetap menyayangi dia meski tak menyusuinya lagi.
3. Siapkan dan luangkan waktu yang lebih banyak untuk mengalihkan perhatian dari 'ritual' menyusu dari bundanya. Misalnya mengajak bermain dan membacakan buku.
4. Hindari menyapih ketika anak kurang sehat.
5. Sediakan makanan dan minuman pengganti kesukaannya. Setelah lepas ASI anak akan merasa kurang dan lapar terus.
Untuk mengurangi nyeri pada payudara, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan :
1. Mulailah menyapih dengan bertahap mengurangi frekuensi menyusuinya, untuk menghindari payudara bengkak.
2. Jika bengkak, hindari untuk memerasnya dan hindari mandi dengan air hangat. Karena hal ini akan merangsang produksi ASI lebih banyak lagi.
3. Hindari dari benturan dan sentuhan.
4. Langkah terakhir, jika demam dan nyeri minum obat sesuai resep dokter.
Semoga bermanfaat dan semakin banyak ibu yang menyadari arti pentingnya menyusui dan menyapih anak sampai 2 tahun.

Tidak ada komentar:
Poskan Komentar